Apakah karena memang hati manusia menjadi sangat kompleks kemudian membatu dan tuli? Hingga akhirnya tidak peka akan realita?
Percuma saja saya pikir bila nanti kita berceramah tentang solidaritas, sedangkan fakta nyata tidak mengiyakan.
Satu sifat bernama egois ternyata bercokol di setiap hati umat manusia.
Tidak pandang bulu, ilmu, bahkan usia, dan harta.
Hanya saja terdapat minoritas manusia yang berani menentang dirinya sendiri, kemudian berlari menuju titik kebijaksanaan –otomatis mematikan fungsi ego- maka ketika ia bersikap demikian, arti dari kebersamaan dan solidaritas akan muncul dengan sendirinya
Tanpa dipaksakan, karena lahir dari kesadaran..
Akan terasa sangat indah dunia, bila semua orang sadar, tidak perlu ada peraturan, akankah ada..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar